blessing · myself · reminder

Mendahului takdir

Tadi malam, saya sempat mengobrol sampai  larut malam dengan seorang teman baru, sampai pada pertanyaan umur, dia kaget mendengar umur saya.  “Ga keliatan kak, usianya segitu” “Yah emang kelakukanku kayak bocah dan gaul sama bocah terus, jadi ga keliatan dewasa haha” Lalu sampai pada pertanyaan.  “Tetangga di rumah pada ngomong apa kak, liat kakak belum… Continue reading Mendahului takdir

myself · reminder

Tentang Hari Patah Hati

Beberapa waktu yang lalu, tagar #haripatahhati (mulai dari nasional sampai dunia akhirat) ramai bermunculan di sosial media saya. Saya cuma ketawa aja pas lihat alasannya, ternyata biasanya disebabkan oleh adanya dua figur publik yang menikah. Dari mulai artis sampai hafidz.  Tagar yang terakhir yang muncul, patah hati tingkat dunia akhirat, cukup membuat saya kaget juga… Continue reading Tentang Hari Patah Hati

IIP · keluarga · myself · psikologi

NHW1 : Adab Belajar

Ceritanya..saya sedang mengikuti program matrikulasi IIP. Nah salah satu tugasnya adalah memposting nice home work (jadi dipaksa nulis lagi), emang saya pada dasarnya masih harus dipaksa sih. Materi awal matrikulasi adalah mengenai adab belajar. Iya kaan, sebelum belajar kita perlya tahu adabnya terlebih dulu. Untuk materi in syaa allah ada diposting di tulisan lain. Nah,… Continue reading NHW1 : Adab Belajar

myself · reminder

Reaktif

Suatu hari seorang teman yang baru saya kenal bercerita tentang grup whatsapp yang dia ikuti. Dia bercerita tentang ketidaknyamanannya berada di sana. Saya (yang tidak tahu apa-apa tentang yang diceritakan) mencoba mendengarkan dan memahami (tanpa mencoba menambahkan konteks atau prasangka, hal yang sedang saya pelajari). Satu kalimat yang saya ingat.  “Di sana itu grupnya reaktif… Continue reading Reaktif

myself

25

Alhamdulillah diberi kesempatan bernafas sampai usia seperempat abad ini. Seperempat abad ya..(tarik nafas). Pas bangun tidur rasanya..biasa aja *emang harusnya gimana, fik?. Semoga hari, bulan dan tahun selanjutnya diri ini semakin baik dari segala segi. Banyak bersyukur daripada mengeluh. Bismillah 🙂 nasi kuning (dibuat penuh cinta oleh, si riko, rice cooker tersayang ahaha)