IIP · keluarga · myself · psikologi

NHW1 : Adab Belajar

Ceritanya..saya sedang mengikuti program matrikulasi IIP. Nah salah satu tugasnya adalah memposting nice home work (jadi dipaksa nulis lagi), emang saya pada dasarnya masih harus dipaksa sih. Materi awal matrikulasi adalah mengenai adab belajar. Iya kaan, sebelum belajar kita perlya tahu adabnya terlebih dulu. Untuk materi in syaa allah ada diposting di tulisan lain. Nah,… Continue reading NHW1 : Adab Belajar

hujan · keluarga · reminder

Hujan sore ini

“Maaf mbak, boleh saya minta tolong di tuliskan alamat anak saya?”tutur seorang Ibu sembari mendekati saya tadi sore, ketika saya sedang berteduh di depan Botani Square. Menuliskan alamat yang dimaksud adalah menuliskan alamat di salah satu aplikasi ojek online. Ternyata alamat anak beliau dekat dengan tempat tinggal saya.  “Saya bingung bagaimana cara pakai aplikasi ini”… Continue reading Hujan sore ini

keluarga · random

Haru Mina

Katanya cinta pertama anak perempuan itu ayahnya. Saya pun merasa demikian. Sebagai anak perempuan yang tumbuh dekat dengan ayah, saya merasa ibu dan ayah memiliki cara sendiri dalam menyampaikan kasih sayangnya. Pun ketika melihat foto ini saya dapat merasakan kasih sayang dapat digambarkan dalam bentuk yang berbeda. Foto di atas diambil dari web harumina.co. Foto foto… Continue reading Haru Mina

keluarga

Cinta itu Sederhana

Dulu sekali, saya sering berpikir “adakah cinta di dunia ini ?” (terdengar depresif ya :p). Bahkan  dulu saya termasuk “sungkan” pada orang tua. Ada beberapa hal yang menyebabkan itu. Lalu saya kadang berpikir , kenapa sih menjadi orang tua harus sebegitunya?. Iya, iya saya tahu. Banyak alasan, dari yang agamis hingga ilmiah. Tapi saya tetap penasaran. Sebegitunya maksudnya, ya mencintai sepanjang zaman. Tak terbatas. Berkorban apapun. Tak meminta balasan. Sebagai penganut, jika A maka B, otak saya kadang masih suka terpola, ah mungkin supaya saat beliau beranjak tua nanti, kami para anak tidak melupakan mereka. Tapi tidak. Alasan itu secara otomatis tertolak. Semakin tua orang tua saya , yang saya lihat beliau beliau – beliau semakin tidak menuntut. Hal-hal yang menurut kita, para anak adalah mesti harus diberikan agar beliau-beliau ini bahagia, ternyata tidak beliau-beliau tuntut. Subyektif memang. Tapi saya lihat lebih dari satu, juga begitu.

Lalu sampai pada masa, saya mengalaminya.  Belum menjadi orang tua , tapi menjadi kakak. Kakak sebenarnya. Dulu saya orang paling jarang ada di rumah. Bahkan saat SMA , saya tinggal asrama. Peran jadi kakak hanya saya rasakan kalau saya pulang. Namun saya berusaha menjadi kakak (meski tak sempurna). Hingga kemarin saya tinggal berdua bersama adik karena dia les di dekat tempat tinggal saya sekarang. Jadi kakak yang baik. Misi saya di awal. Yang ternyata tak semudah berkata. Susaaah. Jangan tanya. Masalah jadwal mencuci saja jadi perkara besar. Lucu. Dan akhirnya saya merasakan itu. Perasaan apapun akan kuberikan asal kau bahagia. Gombal tapi nyata. Apapun akan kulakukan asal kau berhasil. Dan apapun-apapun lainnya. Dan perasaan saya? Biasa aja. Merasa terkorbankan?. Awalnya ada, tapi lama-lama hilang. Jika jadi kakak saja begini, saya pikir jadi orang tua itu pastinya lebih dari ini. Sederhana. Asal kau bahagia maka akupun bahagia. Jika kau sukses, maka akupun merasa aku sukses. Jika kau gagal maka akupun merasa gagal (merembes mili hiks). Sederhana. Tanpa perlu berpikir, nanti saya dapat apa. Cinta. Akhirnya saya tahu itu. Saya pernah merasakannya pada sebuah “organisasi” (hingga kini) tapi itu perlu penanaman di otak dan hati. Ini berbeda. Dia datang secara sederhana.

Terima – kasih adiik sayang. Semoga hari ini ujiannnya lancar. Mendapat yang terbaik. Dan Bahagia. Berpisah belum tapi kangen sudah. Semoga kita sahabatan teruss yaaa..

???????????????????????????????

 

 

 

 

Islam · keluarga · reminder

Random post…ke sekian

Sebenarnya mau menulis tentang ini serius tapi mendadak kehilangan kata-kata, hehe, *padahal mah emang males ajaaa. Jadi ceritanya waktu kumpul bareng keluarga besar Ibu saya, keluarga Ibu saya ini cukup besar alhamdulilah hehe. Rata-rata usia para cucu kan masih kecil-kecil ya, yang saya aja menempati urutan tertua ke 2 aja semuda ini *uhuk, jadi bisa dibayangkan… Continue reading Random post…ke sekian

keluarga · myself

To My Beloved Brother #2 : Happy Milad :)

Tanggal 14 mungkin bukan hari ini Tapi ini bukan tentang hari Tapi tentang do’aku untukmu Barokalloh fii umrik A.. Semoga senantiasa sehat dan sholeh Jaga iman, kesehatan dan hati 🙂 Berkah dalam usianya Senantiasa mencintai dan dicintai Allah Semoga kelak bisa bertemu di Surga-Nya (si bungsu ga mau ikutan (pemalu dia mahh..:D) note : Adik… Continue reading To My Beloved Brother #2 : Happy Milad 🙂