myself · reminder

Reaktif

Suatu hari seorang teman yang baru saya kenal bercerita tentang grup whatsapp yang dia ikuti. Dia bercerita tentang ketidaknyamanannya berada di sana. Saya (yang tidak tahu apa-apa tentang yang diceritakan) mencoba mendengarkan dan memahami (tanpa mencoba menambahkan konteks atau prasangka, hal yang sedang saya pelajari). Satu kalimat yang saya ingat. 

“Di sana itu grupnya reaktif banget kalau terkait hal-hal yang sedang in, tapi pas aku coba tembak, yuk bergerak yuk, sedikit banget yang respon” kata beliau (dengan tenang menyampaikannya). 

Ya, ga bisa dipungkiri sebenarnya hal tersebut juga sering sih saya alami (saya juga pernah beberapa kali kok jadi yang rame-tapi-diem-aja). Tapi saya belajar dari satu grup lain. Setiap ada anggota yang menyampaikan keluhan atau hal-hal reaktif atau yang lainnya, awalnya hanya satu orang (mbaknya yang dewasa sekali dan aku ngefans) yang mencoba memahami tapi ga lebay menanggapi. Dan selalu mencoba melihat dari sisi terangnya daripada sisi gelapnya (dan selalu penjelasan “iman” yang keluar). Selain itu, gerak nyatanya juga cepet banget dieksekusi, walau sederhana tapi nyata. Dan lama-lama di grup tersebut ga cuma mbaknya yang begitu, beberapa pun akhirnya menanggapi dengan dewasa, sejujurnya ini grup paling adem yang saya ikuti. Tapi jangan salah, mbaknya saat menanggapi hal-hal yang perlu ditanggapi tegas, keluar juga tegasnya gak main-main.  Intinya, kedewasaan itu menular (kalau menurut saya), jadi saya mulai belajar (pengennya) nularin dan ditularin yang positif-positif aja :). 

Iklan

One thought on “Reaktif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s