Uncategorized

Jujur

Jujur tentang hal hal “jelek” lebih terasa sulit daripada hal-hal “baik”, iya ga sih?. Itu kesan yang bisa saya tangkap. Apalagi tentang urusan kekurangan orang lain, err bisa merembet kemana-mana masalahnya. Jujur kalau saya ga suka sama orang (karakternya) lebih susah untuk diutarakan. Tapi belakangan sih saya belajar ngomong aja kalau ada hal yang kurang disukai dari orang, dengan konsekuensi ya bakalan digituin juga sih. Tapi yaa itu konsekuensi. Dan saya berusaha ga malah balik ngomongin orang itu di belakangnya. Come on, gunanya ngomongin di belakang orangnya apa sih?. Masalah ga beres yang ada dosa nambah, yekan. Kalau obrolin depan orangnya, dengan harapan dia bisa memperbaiki diri ya kan keliatan usahanya. Bukan cuma kepuasaan karena ngeliat kurang orang lain daripada kita, kan. Tapi yaa itu sih, masalah kepuasaan. Gak heran kalau liat kenyataannya akun akun gosip makin merajalela dan fansnya banyak banget. Setelah saya belajar untuk bersikap jujur , ada sih beberapa teman yang menjauh. Tapi yaa..itu kan udah keniscayaan kan. Bisa jadi seleksi alam juga, tapi kan hati jadi lebih tenang dan spacenya bisa digunakan untuk hal hal lain yang lebih positif. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s