random

Kunci

Tembok itu tadinya tidak berpintu.

Dibiarkan buntu.

Lalu waktu membuatnya berpintu.

Semua karena waktu.

Perlahan ada yang membuka pintu.

Namun tembok merasa ragu.

Akhirnya pintu ditutup.

Dikunci.

Lalu kuncinya dibuang.

Jauh ke sungai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s