reminder

Sekilas Merenung :)

Ramadhan sudah lewat dari 10 hari pertama. Niat hati ingin buat evaluasi per 10 hari dan ditulis di blog, ternyata tak kesampaian.
Ramadhan kali ini itu :
1. Pertama kali Ramadhan di Jakarta
Suasana agak berbeda dengan di Bogor. Sholat tarawih pun agak berbeda. Ya..belajar menyesuaikan dengan masyarakat tanpa mengubah prinsip pribadi memang tidak mudah. Masih perlu banyak belajar.
2. Pertama kali Ramadhan sendirian
Bukan mengenai puasanya. Puasanya sih bareng-bareng seluruh umat muslim. Tapi ini di kostan sendirian. Belajar mandiri. Belajar menjaga diri sendiri. Food combining (yang kondisional) masih jalan, tapi sahur masih makan nasi setelah jeda dari makan buah. Tapi asam lambung masih suka meledak – ledak. Adakalanya pagi-pagi mual layaknya orang hamil. Stress??. Bisa jadi. Ga cocok dengan pola makan/menu sahur?. Bisa jadi.
3. Pertama kali Ramadhan dalam kondisi sudah bekerja.
Alhamdullillah. Ibadah ga full? Semua diniatkan ibadah. Di angkot menuju kantor masih bisa tilawah. Sholat masih bisa berjama’ah. Lembur? Kalau memungkinkan ya dilanjut tarawih bersama.

Mau berbagi renungan abal-abal ala saya :
1. Allah Maha bisa memberhentikanmu pada satu titik hidup, tapi bukan berarti Allah tak sayang, tapi justru untuk menambah nikmatmu.
(Terinspirasi dari kejadian saya yang memberhentikan mobil angkot yang sedang asik-asiknya ngebut, abangnya nyaris kesal. Pas saya turun, ternyata di tempat saya turun ada sekumpulan pegawai muda yang akan naik angkot. Maka penuhlah angkot yang tadi saya tumpangi).
2. Daya tarik itu sederhana. Lakukan hal yang benar meskipun sederhana.
(Terinspirasi dari abang langganan martabak. Hal yang membuat saya lebih senang membeli martabak di tempat beliau adalah karena beliau selalu ijab Kabul. “uangnya 20.000 dipakainnya 16.000, kembalinya 4000” adalah kata-kata yang selalu diucapkan pada setiap pelanggan (dengan jumlah nominal disesuaikan). Free senyuman ramah tentu . Jadi walaupun tempatnya amigos (agak minggir got sedikit ) dan sering ada lalatnya,untuk saat ini martabak favorit saya ya disana. Kebersihannya saja yang tinggal ditingkatkan. Rasanya? Enak ,pas dengan selera saya).
3. Didik anak – anak kita memberi bukan meminta
(Terinspirasi dari dua kali menemukan pengemis yang membawa anak kecil. Trenyuh hati melihatnya. Semoga kelak mereka besar, yang mereka pahami, bahwa memberi itu lebih baik dari meminta, bukan sebaliknya).
4. If he doesnt treat you right, then who is he to stick around, just say good bye (Raisa, Bye Bye)
(Yang terakhir rada ngaco. Terinspirasi dari adegan drama pertengkaran muda-mudi yang saya lihat di bawah jembatan penyebrangan menuju halte busway. Sang pemuda sampai menunjuk nunjuk dan menoyor (apalah ini bahasanya) kepala sang pemudi. Saya perkirakan masih pacaran bukan suami istri. Kalau saya, misalnya ketika pacaran saja diperlakukan seperti itu, maka tinggalkan saja).

Semua kejadian di atas terjadi di satu hari 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s