reminder

Sederhana

Beberapa hari yang lalu saya menghadiri undangan pernikahan. Melihat pengantin yang menikah dengan proses yang sederhana dan lancar itu membuat hati hangat. Sederhana, bertemu tak lama lalu bertemu orang tua lalu menikah. Tanpa ada basa-basi yang tidak pasti. Bukan berarti saya mengatakan yang prosesnya lama itu tidak indah. Bukan. Saya paham kondisi tiap orang berbeda. Namun saya pribadi paling tidak suka jika ada proses yang “dibuat” lama. Tentu dengan bumbu-bumbu pemanis agar semakin betah berlama-lama. Atau karena perasaan ketidak-amanan karena takut yang dicinta diambil orang, mencoba mengekang yang dicinta. Tapi yang mencinta belum siap. Ini hanya sikap saya pribadi. Tentu saya pun tidak ingin seperti itu.Harapan saya,  awal yang sederhana, proses yang diridhoi Allah lalu pernikahan yang sakinah, mawaddah wa rohmah, dan berakhir bahagia hingga kelak ke surga. Sederhana ? tentu tidak. Itu harapan. Ketika harapan, bertemu usaha dan Allah ridha itulah qodo dan qodar. Usaha. Marilah kita (saya) sekarang berusaha. Jika tidak di dunia, mungkin jodoh saya di akhirat. Tugas kita : berusaha.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s