jalan-jalan

Kebun Raya Cibodas

Bulan April kemarin cukup banyak undangan pernikahan yang saya terima (memang sudah waktunya juga siih..) dari teman-teman yang saya kenal. Kebetulan ada beberapa yang teman yang tempat walimahnya cukup dekat, waktunya cukup berdekatan juga, salah duanya dilaksanakan di Cianjur. Salah satu yang saya sukai dari menghadiri undangan ialah saya jadi tahu tempat – tempat baru hehe, ya anggaplah bonus dari bersilaturahim kan . Nah karena kemarin alhamdulillah diberi kesempatan untuk hadir di walimahan teman-teman di Cianjur, jadi saya (dan beberapa teman) menyempatkan diri (tssahh..padahal bisa dikatakan jadi agenda utama juga sih :p) untuk mampir ke salah satu kebun raya , yaitu kebun Raya Cibodas. Selama hidup di dunia ini, saya baru tahu 1 kebun raya, yaitu tidak lain tidak bukan, ya Kebun Raya Bogor hehe, jadi ini bisa dikatakan pengalaman baru buat saya (haha, maaftingkat kelebayan saya lagi tinggi 🙂 ) .

Di Wikipedia, informasi mengenai Kebun Raya Cibodas sebagai berikut :

Kebun Raya Cibodas (Cibodas Botanical Garden), terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan,Pacet, Cianjur. Topografi lapangannya bergelombang dan berbukit-bukit dengan ketinggian 1.275 m dpl, bersuhu udara 17 – 27 derajat Celcius.

 

Kebun ini didirikan pada tahun 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor pada lokasi di kaki Gunung Gede. Dengan curah hujan 2.380 mm per tahun dan suhu rata-rata 18 derajat Celsius, kebun botani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika, seperti berbagai tumbuhan runjung dan paku-pakuan.

 

Berbagai fasilitas tersedia di kawasan Cibodas, mulai dari lapangan parkir yang luas untuk menampung puluhan kendaraan roda empat maupun bus, ruang informasi yang dilengkapi dokumentasi Wana Wisata Cibodas, areal bermain anak-anak, mushola, MCK umum, shelter, pendopo, teater alam terbuka, dan camping ground seluas 3 hektar yang dapat menampung 200 tenda.

 

Kebun Raya Cibodas berdekatan dengan beberapa tempat wisata lainnya. Bersebelahan dengan Kebun Raya Cibodas terdapat Bumi Perkemahan Mandala Kitri yang dikelola oleh Pramuka. Tersedia juga lapangan golf, Bandung Asri Mulya.

 

Di bumi perkemahan Mandalawangi yang dikelola oleh Perum Pehutani tampak sebuah patung dinosaurus, yang memberikan gambaran atau peringatan agar kelestarian hutan ini janganlah sampai musnah seperti binatang purba yang tinggal sejarah tersebut.

Disamping itu, Kebun Raya Cibodas juga berdekatan dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP)

Kebun Raya Cibodas (KRC) dimaksudkan sebagai tempat koleksi ex situ (di luar habitat) bagi tumbuh-tumbuhan tropis basah dataran tinggi. Termasuk dalam koleksinya adalah berbagai jenis pohon besar yang dilindungi seperti tusam dan tumbuhan runjung, tumbuhan paku pegunungan, hutan kaliandra, hutan alam dan terdapat pua air terjun. Dari pintu masuk ke lokasi air terjun berjarak 750 meter.

Koleksi yang paling khas dari KRC adalah Taman Lumut Cibodas yang memiliki 216 jenis lumut dan lumut hati dari berbagai sudut Indonesia dan dunia. Dengan luas 2500m persegi, taman ini diklaim sebagai satu-satunya di dunia yang terletak di luar ruangan dan memiliki koleksi terbanyak.

Wuih makin penasaran kan saya, secara saya senang dengan tanaman (namun belum mahir bercocok tanam). Selanjutnya Kebun Raya Cibodas ini kita singkat jadi KRC saja yaa..:D. Dari Wikipedia juga ada rute menuju ke KRC :

Untuk mencapainya, dari Cipanas lewat Simpang Tiga Paregrejen sejauh 5 km. Dari Jakarta, Bogor, dan Bandung dapat mempergunakan roda dua dan empat, bus besar dapat masuk ke dalam kawasan ini. Bila menggunakan bus atau colt turunlah di pertigaan Cibodas, langsung menggunakan angkutan umum rute Cipanas-Rarahan, sampai di BalaiTaman Nasional Gede-Pangrango, selanjutnya tinggal berjalan kaki menuju Kebun Raya. Dari simpang tiga (Simpang Paragajen) menuju Cibodas, di kiri kanan jalan dijual berbagai tanaman hias khusus daerah pegunungan yang sangat indah, warna-warni dan beraneka ragam jenisnya.

Kemarin saya lihat ada angkot yang sampai ke gerbangnya sih

Image

Angkot Jurusan Cipanas – Rarahan – Cibodas

Nah sebelum masuk ke area kebun raya Cibodas, ada gerbang dulu yang harus dilewati, disini kita harus membayar uang tiket yang besarnya kalau ga salah Rp 3500 /orang (atau salah ya, saya lagi ngantuk soalnya pas teman saya bayar) yang akhirnya bisa ditawar jadi Rp. 20.000 untuk semuanya( 9 orang, sekali lagi, kalau tidak salah). Saya kira itu adalah tiket masuk KRC, eh ternyata itu adalah semacam gerbang untuk masuk ke beberapa kawasan wisata yang berdekatan di Cibodas ini, jadi di dalam kita tetap bayar lagi (pantes bisa ditawar :p)

Untuk tiket masuknya Rp. 9.500/orang, dan ada biaya jika kita menggunakan mobil tapi saya lupa berapa (Rp. 16.000 kalau tidak salah). Nah karena keidealisan kita haha, kita parkir mobil di luar gerbang KRC  dan dengan semangat 45 kita jalan kaki ke dalam. KRC ini ada beberapa gerbang masuk, kita masuk dari gerbang 3. Nah begitu masuk ke dalam kita kan disuguhi pemandangan ini…

Image

Gunung…. hmm Salak ya ?

Image

Tempat sholatnya kecil tapi terlihat bersih, sayang kita ga masuk karena sebelumnya sudah sholat

Berhubung tempatnya luas, jadi kita memutuskan akan mengunjungi salah satu curug (air terjun) di dalam KRC, Curug Ciismun namanya.

Image

Petunjuk arah ke Curug Ciismun

Sebelum menuju curug kita memutuskan untuk makan dulu, karena di walimahan sebelumnya kita ga makan hehe daann… buat saya, ini adalah makan siang paling enak selama 6 bulan terakhir haha, serius, entah karena saya yang sedang lapar berat, atau karena udara dingin, tapi nikmat sekali makan siang saya, mungkin menunya sudah sering saya jumpai ( nasi, telur dadar, sambel, bakwan sayur (atau bala-bala :D)), tapi rasanya bedaaa, saya sih berpikir insyaAllah karena berkah ya, karena kita makan sekertas nasi berempat, oia kita bawa makanan sendiri dari rumah teman saya di Cianjur (Diniiis,..sambelnya ennaaak..haha :)).  Dan faktor lain yang mempengaruhi ialah pemandangan selama kita makan siang.

Image

Berharap bisa guling-guling (sampai Bogor) 😀

 Image

Wisata keluarga seru ya…:)

Image

Kalau mau pakai tikar, ada ibu-ibu yang menyewakan tikar 🙂

Image

Pinus yang tumbuh beda arah 😀

Oia selama di sana, saya sering lihat banyak wisatawan Timur Tengah, awalnya sih saya heran, makin heran pas dengan tukang minuman menawarkan minuman ringan dengan bahasa Arab pada turis-turis ini (yang kemudian mendapat tatapan kagum dari saya J ). Ih coba kalau semua pedagang di tempat wisata multilanguage begini hehe dan keren juga pendekatan marketing abangnya, sempat mau saya tanya-tanya, tapi ga jadi karena ga enak kalau cuma nanya tapi ga beli hehe. Akhirnya penasaran saya terpenuhi, saat saya mengungkapkan keheranan saya, teman saya bilang, daerah Puncak dan sekitarnya kan banyak yang melakukan nikah mut’ah(nikah kontrak). Saya langsung tepok jidat, baru ingat ..pantes. Hal yang buat saya miris dan sedih sebenarnya, apalagi kalau dengar kisah-kisah dari para perempuan pelaku (sebenarnya saya lebih nyaman bilang korban sih, IMHO) pernikahan kontrak ini, sediih.

Kembali ke acara jalan-jalan, selesai makan kita lanjut jalan ke Curug Ciismun jaraknya sih cukup dekat, tapi ada yang salah, iya saya salah kostum, kalau pakaian saya yang pakai batik sih,  saya cuek saja, lha wong Pak Presiden kita saja jalan ke pantai pakai batik kan hehe, tapi ada satu hal yang tidak bisa saya acuhkan, yaitu…

Image

Ini yang tidak bisa saya acuhkan

Sebenarnya saya bawa 2 sepatu, tapi yang satu tertinggal di kostan, yowes akhirnya saya pilih-pilih medan, saya lebih memilih jalan tanah yang rata dibanding jalanan berbatu, tapi makin lama saya makin sulit menemukan jalanan datar tanah, yang ada hanya tangga-tangga yang terbuat dari batu, dan kaki saya makin sakit, sampai puncaknya saya keseleo haha ( iya, saya memang mudah sekali keseleo) akhinya saya lepas sepatu dan hanya pakai kaus kaki saja. Yah, anggaplah akupunktur gratis :p.

Dan sampailah kita ke Curug Ciismun. Sebenarnya saya sudah menduga sih kalau wisata ke tempat seperti curug atau pantai, apalagi jika ramai, saya cukup menikmati pemandangan saja hehe. Jadi yang kita lakukan adalah…..

Image

Foto-foto keramaian 😀

Hahaha, karena sedang libur long weekend jadi kondisi curug cukup ramai, jadi kita cukup menikmati dari jauh saja :p.

Airnya segar, tapi saya memutuskan tidak ikut turun, karena kaki saya keseleo, dan kalau sedang begitu biasanya kaki saya hampir dipastikan akan kram dan semakin sakit kalau kena air dingin.

Nah karena tidak turun, saya memutuskan mendekat ke curug untuk ambil foto, berikutnya biar gambar-gambar aja yang berbicara ya….

Image

Kebanyakan keluarga 🙂

Image

Dunia milik berdua, yang lain pemanis saja 🙂

Image

Foto terdekat (sudah tidak terlalu ramai ya :))

Image

Warung dan toilet di sekitar curug Ciismun

Maafkan kualitas foto dari hp saya yang jadul 😀

Setelah puas foto-foto akhirnya kita memutuskan kembali ke atas. Seperti sunah kalau sholat Ied (apasih Fik) kita memutuskan pulang melewati jalan yang berbeda (padahal, sepertinya ada yang malas liat tanjakan berbatu :p), jalan pulang kali ini lebih landai dan banyak pemandangan yang bisa dilihat 🙂

Image

Tanjakan berbatu (sebenarnya masih cukup mudah jika dibandingkan dengan Curug Seribu )

 Image

Paku-pakuan besar dimana – mana

Image

Sungai keciil 🙂

Image

Jembatannya cukup cantik (detailnya ga keliatan dari jauh)

Image

Sudah lama tidak lihat pemandangan ini (kecuali di kalau lewat tol kadang-kadang)

Image

Sayang,  ada sampah di dekat gerbang

Image

Deretan pohon, jembatan, dan adik kecil (digendong pengasuh, bukan ibunya  :))

Tapi karena melewati jalan berbeda, kita jadi sedikit bingung, bagaimana cara kembali ke gerbang awal kita masuk tadi 😀

Dan setelah bahagia karena jalanan sebelumnya landai, ternyata untuk kembali kita harus melewati

Image

Tertatih-tatih..:D

Yah logikanya kalau tadi waktu berangkat kita turun maka konsekuensinya kalau mau kembali kita harus naik :D. Oia saya memutuskan untuk kembali pakai sepatu, tapi baru beberapa langkah, kaki saya kram, dan saya memutuskan gantung sepatu sajalah.. :D.

Image

Foot selfie (Footfie??) 😀

Rute pulang ternyata tak sedekat rute pergi, tapi alhamdulillah cuaca sedang bersahabat jadi tidak terasa capek (tapi di kaki terasa sih). Alhamdulillah sampai ke gerbang awal kita masuk dengan selamat, oia di depan gerbang ada semacam pasar aksesoris khas Cibodas (atau lebih tepatnya khas tempat wisata di Jawa Barat sih) tapi yang unik ada yang jual tanaman seperti kaktus dan macam-macam pohon dengan seni bonsai, saya tertarik dengan bonsai sebenarnya tapi karena sudah sore dan mulai gerimis (dan kantong saya sudah tiris :p) jadi saya cukup puas melihat saja.

Pengalaman yang menyenangkan di KRC, cuci mata (karena hijau dimana-mana) dan olahraga kaki juga, yah usia memang ga bisa bohong, walaupun hampir tiap hari saya jalan kaki, tapi setelah jalan di KRC, kaki saya tetap pegal-pegal sih..haha. Berwisata ke KRC, bisa dijadikan alternatif jalan-jalan keluarga, pasti anak-anak senang bisa guling-guling di rumput :p, dan sarana belajar juga, tapi saya agak bingung, kebanyakan nama yang di tempel di pohon itu nama ilmiahnya namun tidak disertai dengan nama lokal/nama Indonesia, sebagai penyuka tanaman tapi awam (bingung kan..haha) , saya suka ingin tahu tanaman apa ini kalau di daerah lokalnya, kalau nama ilmiah agak sulit diingat soalnya, apa belum ditempel namanya ya atau saya kurang teliti? . Kemarin karena waktu singkat kita tidak terlalu banyak eksplor KRC, kalau mau informasi lengkap bisa cek disini

20140419_170459

Indonesia memang kaya, beberapa waktu lalu saya tidak sengaja dapat info ini….

Image

gambar dari sini

Image

dari sini

Baluran, Africa in Indonesia…( wuah kapan kesini yaaa)

Well, mari kita cintai Indonesia, salah satunya dengan berwisata lokal 🙂

fabiayyi alaa ‘irobikumaa tukadzdzibaann

(Nikmat Allah mana yang kamu dustakan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s