Islam · keluarga · reminder

Random post…ke sekian

Sebenarnya mau menulis tentang ini serius tapi mendadak kehilangan kata-kata, hehe,

*padahal mah emang males ajaaa. Jadi ceritanya waktu kumpul bareng keluarga besar Ibu saya, keluarga Ibu saya ini cukup besar alhamdulilah hehe. Rata-rata usia para cucu kan masih kecil-kecil ya, yang saya aja menempati urutan tertua ke 2 aja semuda ini *uhuk, jadi bisa dibayangkan dong yang lain itu para krucils yang lucu, imut, rame, aktif, ceria, dan jajannn mulu haha.

Nah, diantara para paman-bibi saya, ada keluarga paman saya yang saya kagumi. Oke, kenapa saya kagum ? kejadian di bawah ini membuat kagum berat dalam hal mendidik anak..

1. Suatu siang yang panas, di rumah kakek. Saya lagi serius mantengin ..hape. Tiba-tiba terlihat dua krucil putranya paman saya ini, lagi main. Saya awalnya ga memperhatikan sampai pas lirik itu krucils, sebut saya namanya hasan dan husein sedang apa saudara-saudara? Jadi hasannya tiduran di bawah dan kaki huseinnya berada tepat di dada hasan. Kagetlah saya, ini praktek KDRT ini.,saya nyaris bicara agak keras, tapi saya urungkan. Saya coba pertajam pendengaran. Tau apa yang saya dengar kira-kira begini.

Husein : Man Robbuka ? * dengan wajah digalak-galakkan

Hasan : Ahad, ahad, ahad * dengan wajah ketawa-ketiwi geli

Husein : Man Robbuka ? * dengan wajah masih sok galak campur senyum senyum

Hasan : Ahad, ahad, ahad

Jadi ya mereka ini lagi bermain peran, dan disaat semua rata-rata anak laki-laki di dunia ini *lebay, kalau main peran memilih jadi superhero macam ironman, superman dkk, mereka memilih jadi Bilal bin Rabah dan Umayyah bin Khalaf. Saya langsung tercengang, jadi siapa bilang siroh nabi itu ga relevan buat anak-anak? :). Dan saya jadi memperhatikan, kadang mereka jadi Khalid bin Walid, Umar bin Khattab, tetep sih tipikal yang digemari anak-anak laki-laki ya, tapi mereka itu nyata, ada dan jelas bisa ditiru sifat baiknya, bandingkan dengan superhero-superhero itu yang jelas-jelas imaginer. Dan satu point lagi, mereka memang tidak difasilitasi televisi.

2. Nah hasan ini memang masih kecil, tapi hafalannya sudah melebihi saya, huaa malu. Dan yang jelas hafalan ummunya hasan jauh lebih banyak dari hasan dong ya. Huaa, kalau saya masih gini-gini aja gimana cita-cita punya anak yang hafal al-qur’an. Saya jadi membayangkan kalau saya masih kondisi kaya gini, kira-kira percakapan saya dengan anak saya akan begini :

Anak : Bun aku mau hafalan dong bun

Me : boleh, ayo ka sini

Anak : mulai membaca

Me :mendengarkan

setelah beberapa saat kemudian

Anak : koq aku malah baca surat ini yang padahal kan tadi surat itu Bun

Me : eh iya, ya -____- * kebiasaan kalau muroja’ah sendiri suka jadi kaya medley, surat apa nyambung kemana hadeuuh

Ayo berubahhh..*semoga itu si target Juz sekian di tahun 2013 segera tercoret

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s