jalan-jalan · Uncategorized

the “nekad” traveller

Semenjak kepergian si dinda (laptop saya tersayang), secara otomatis intensitas nyekrip dan ngeblog pun jadi terkurangi. Tapi alhamdulillah , Allah mengirimkan kemudahan melalu ruang digital di LSI (sebut saja : warnet gratis). Entah kenapa topik pekan ini kaitannya dengan traveller. Dimulai dengan saya mengantar teman saya bertemu temannya yang baru pulang backpaker dari 3 negara ASEAN. Dan ceritanya memang seru, kalau menurut saya bisa dikategorikan “nekad” (menurut saya yaa). Lalu dilanjutkan dengan kenekadan saya pergi ke Tanggerang, dengan info dan uang seadanya untuk mencari rezeki hehe. Dan yang terakhir kenekadan seorang mahasiswa UI yang melompat keluar dari angkot (traveller juga?*mikir). Ya, maaf-maaf kalau judul dan isi tidak sesuai. Khawatir kebanyakan random :D.

Jadi ceritanya hari senin kemarin saya pergi ke sebuah tempat (pusat perkantoran)  di Tanggerang. Ceritanya  Untuk memenuhi panggilan tes sebuah lembaga pendidikan. Demi menyambung usia studi saya di IPB. Biasanya kalau mau pergi kemana2 saya selalu siap dengan segala rutenya. Nah entah kenapa kemarin itu, sampai hari keberangkatan saya belum tahu rute yang pasti yang mau saya pilih. Ditambah sebelum berangkat, saya menonton berita tentang keamanan wanita di angkutan umum. Nah, agak ragu. Tapi akhirnya saya berangkatlah, ke sebuah terminal. Dalam hati saya yakin sekali akan ada bus yang langsung ke tempat yang saya tuju.

Sesampainya di terminal, tanya pak polisi, ternyata beliau tidak tahu (apa saya yang kurang jelas ya ? haha). Akhirnya pergilah ke sebuah terminal di Jakarta atas saran supir disana. Dari sana tanya orang2 di terminal, beda semua pendapatnya membuat saya makin bingung. Sebelumnya saya sempat googling dan akhirnya saya memutuskan untuk ikut rute yang saya cari di google. Ternyata alhamdulillah pilihan saya tepat.

Hingga saya sampailah di tempat dengan…nyasar2..karena tanya-tanya. Jadi saya tanya ke mbak di sebelah tentag tujuan saya (secara mbaknya orang asli kan). Saya disuruh turun di pintu tol setelah beliau turun. Saya ikut saran beliau, Sebenarnya di pinggir jalan tol saya sempat melihat saya melewati pusat perkantoran itu. Tapi berhubung kata mbaknya nanti saja turunnya, ya saya lanjutlah. Sampai di tengah jalan, saya maju dan tanya pak supir.

Sebenarnya saya di awal sudah nanya sama sama pak kondektur, kata beliau tennag nanti saya turunkan. Ternyata bapaknya lupa -__-‘. Ternyata harusnya turun bareng mbak yang tadi. Jadilah saya dinasihati orang sebus hehe. Turunlah saya dan naik angkot, balik lagi. Ya alhamdulillah telat, tapi yang jelas sudah ikhtiar. Nah akhirnya sampailah di pusat perkantoran yang isinya  restoran korea, jepang semua sampai supermarket korea juga ada. Mata saya siwer nyari alamat (karena kebanyakan tulisannya kanji/hangul semua). Saya tanya pak satpam. “Kan itu ada papan petunjuknya mbak ” kata pak satpam sambil nunjuk papan besar yang kalau bisa ngomong, kayanya udah dadah-dadah ke saya dari tadi haha. Yowes lanjutlah saya cari lagi. Alhmdulillah ketemu.

Nah perjalanan pulangnya, ternyata bus yang tadi saya naiki jarang sekali adanya, dan udah berangkat pas saya siap-siap menyebrang. Penuh. Saya pikir, ah santai nanti juga ada lagi. Yang mana saya salah, ada lagi 1-2 jam kemudian. Waktu sudah menunjukan ashar. Akhirnya saya pilih altenatif lain, yaitu ke rest area (kalau yang sering pergi naik bus, biasanya hafal kalau bus biasanya cek dulu di beberapa rest area). Dari situ banyak bus yang ke terminal yang saya tuju.

Sesampainya di sana. Saya menanti dengan penuh harap. Oia, entah kenapa sepanjang perjalanan kemarin saya ketemu banyak wanita single yang pergi sendirian juga. Pertama di terminal yang di jakarta, saya nunggu bus bareng mbak dari UNS yang sedang mencari kerja (yang mana karena bus saya datang duluan, kita ga sempet tukeran nama dan no hp), sebenarnya berat meninggalkan mbaknya, karena mbaknya juga ga tahu rute ke tempat tujuannya, hanya tahu kode kendarannya tapi kurang tau itu semacam bus/angkot/mikrolet. Saya juga tidak bisa membantu banyak. Tapi setelah saya naik saya berdoa semoga mbaknya dimudahkan. Nah di rest area ini juga saya ketemu mbak cantik yang ternyata arahnya ke terminal yang sama denga  saya. Dan dia dengan ketakutan bilang dia baru pertama ke daerah ini (cantik banget mbaknya emang, wajar kalau takut). Akhirnya kita berdua ngobrol. Tiba-tiba lewatlah bus jurusan Merak-Bogor, saya tanya ke Br. Siang ga? ternyata ya, akhirnya saya duluan, sambil  sebelumnya menitipkan mbaknya ke bapak-bapak yang nunggu juga (dan ga sempet tukeran nama dan no HP juga -__-‘). Agak berat juga, tapi perkiraan saya, kalau saya bareng dengan mbaknya saya akan tiba di terminal malam  lalu masih harus ke bogor, saya juga takut kalau malam masih di terminal. Akhirnya saya naik sampai ke Bogor dengan cepat ( hanya 2 jam) beda banget dengan berangkatnya yang sampai 4 jam. Alhamdulillah.

Sejujurnya saya senang pergi sendirian, lebih bebas menentukan arah. Tapi tetap harus tahu rute sebenarnya hehe. Saya jadi berpkir ada banyak sebenarnya wanita-wanita di luar sana yang mau tidak mau harus berpergian sendiri, lalu kalau keamanan transportasi publik kita masih begini, memang akan banyak menimbulkan ketakutan, Seperti contoh kasus mahasiswa UI yang melompat karena mengira akan diculik (walaupan kata supirnya sebenarnya hanya akan putar ke arah yang memudahkan). Saya saja selalu menyimpan gunting kalau mau pergi2. Ya semoga keamanan transportasi kita bisa lebih aman dan ramah (terhadap wanita).

*Jadi pengen buat angkutan umum khusus wanita, kayanya seru 🙂

Iklan

2 thoughts on “the “nekad” traveller

  1. wakakaakaaa……………
    setressooo………….

    waah klo kamu bawa gunting fiiik.. kalo aku bawa granat.. hahaha..
    *sebenernya ga pernah bawa apa2, abang2 aja takut sama gw… sereman gw dr pd abang2………hahahahaha………… 😀

  2. haha, bawa granat mah nanti diperiksa gegana..
    aq mah ga ada tampang nyeremin kali ya..haha
    rencananya mau nyaingin nenek gayung ar…
    jadi akhwat gunting..yang ngeguntingin rambut muslimah yang belum pake jilbab..#horor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s