masyarakat · myself

Mas Mail…

Hidup dengan status sebagai mahasiswa itu mengundang banyak cerita. Salah satu yang paling hits adalah soal ini : Mas Mail. Mas Mail adalah panggilan sayang kami untuk beberapa oknum yang suka mengambil tanpa izin (baca : Mas mailing, pencuri). Nah, berhubung biasanya tempat tinggal mahasiswa itu berkumpul dalam satu kawasan, jadilah kami sering dijadikan sasaran empuk Mas Mail ini. Selama saya tinggal di Bogor, di setiap kostan yang saya tinggali semuanya sudah pernah ketamuan Mas Mail ini.Ketika di kostan pertama (saya hanya 2 kali pindah kostan), kronologinya saya sedang dalam kondisi sadar (sekitar jam 2), pintu tidak dikunci, tapi yang jadi sasaran bukan kamar saya, tapi kamar di lantai 2. Modus ini agak menyeramkan karena bawa semacam kain (dicurigai untuk membius) dan senjata. Alhamdulilllah teman yang jadi sasaran sadar dan berteriak sehingga tidak terjadi apa-apa.

Pindah ke kostan selanjutnya, saya sendiri belum pernah mengalami langsung, tapi dapat cerita dari temen, kostan saya yang sekarang sudah pernah 2 kali ketamuan Mas Mail ini. Modus kejadian pertama adalah masuk melalui pintu di lantai 2 (yang menuju jemuran), kebetulan saat itu tidak dikunci. Dan modus yang kedua ialah masuk pada jam-jam sepi (pintu masuk kostan saya tidak pernah dikunci karena di depannya ada laundry), dan wallahua’lam itu Mas Mail bisa masuk ke kamar paling depan padahal kondisinya saat itu semua ada di ruang tengah (curiga Mas Mail yang ini punya jurus melangkah tanpa suara), canggil -__-)

Nah, saat libur Idul Adha kemarin, saya kebetulan ada di kostan dan tidak pulang, karena memang malamnya saya harus mengajar dan ternyata saat orang-orang berbondong-bondong menuju lapangan, migrain parah dan sakit perut berbondong juga menyerang saya. Nah, terkaparlah saya di kostan. Tidur- makan-tidur. Hingga malam tiba. Saya yang overdosis tidur saat siang, akhirnya tidak bisa tidur sampai larut malam.

Tiba-tiba dari arah jendela “tok..tok”. Oke, ini siapa yang iseng ngetik jendela kamar saya yang jelas-jelas di lantai 2 dan tidak ada balkonnya. “ehm..ehm” saya berdehem semirip mungkin dengan model iklan obat batuk. Hening. “krek..krek” terdengar lagi suara seperti mau membuka jendela. “ehm..ehm” kali ini volume saya naikan. Agenda semacam dialog bisu di atas diulang-ulang sampai sekitar 3 kali. Akhirnya saya bangunkan teman saya, ngeri, yang tadi itu cuma halusinasi saja , akibat demam dan migren luar biasa. Tapi ketika saya bangunkan, mendadak suasana jadi sepi. Oke, akhirnya saya setel murrotal keras-keras dan saya kunci pintu (masih dalam sangkaan, saya berhalusinasi).

Pagi harinya saya bangun dengan menyisakan migren. Alangkah kagetnya ketika melihat selotan pintu bengkok, ternyata si Mas Mail mau silaturahim, tapi alhamdulillah cukup sampai mencongkel selotan pintu. Entah karena sadar karena dengar murottal atau alasan apapun yang jelas saya bersyukur.

Pesan moral dari kejadian ini :

1. Al-Qur’an itu memiliki efek yang luar biasa. Malah kata ustadz tahfidz temen saya, kalau pencuri mau masuk ke rumah yang sering dibacakan Al-Qur’an, Mas Mailnya akan pusing dan kehilangan arah, dibutakan arah oleh Allah.

2. Target Mas Mail ini salah satunya ialah ketika kondisi kostan sepi (setting waktu kejadian saat libur Idul Adha, banyak mahasiswa mudik)

3.Selalu berwaspada dan siap siaga

Ada fakta menarik dan kurang enak sebenarnya, kabarnya pada beberapa kasus, warga sekitar kostan biasanya tahu siapa saja identitas Mas Mail ini , tapi kadang warga tidak memberi tahu mahasiswa karena takut atau karena mahasiswa pun jarang berinteraksi dengan warga. Jadi pelajaran juga bagi saya, agar lebih memperhatikan hubungan sosial dengan warga sekitar. 🙂

Iklan

2 thoughts on “Mas Mail…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s