psikologi

Skizofrenia

Mari membuka sesi begadang hari ini dengan bismillah dan ngeblog, menulis ringan sebelum berlanjut ke menu yang lebih berat (baca : skripsi). Setelah melewati minggu yang hectic, minggu ini alhamdulillah lumayan longgar. Kemarin sempat nontn acara Kick Andy. Temanya tentang Skizofrenia. Saya cukup tertarik dengan temanya, Menurut Wikipedia, Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi fungsi normal kognitifemosional dan tingkah laku.[1] Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Karena ga nonton dari awal, saya cuma bisa melihat beberapa kisah.

Ada pengidap skizofrenia yang berawal dari sebuah peristiwa, ditinggal meninggal oleh ibunya. Merasa tertekan kemudian menarik diri dari lingkungan, terganggu pendengaran, hingga akhirnya sempat menjadi gelandangan. Sampai akhirnya, ditemukan kembali oleh keluarganya dan akhirnya kegelisahan dan imajinasi itu dapat dituangkan ke dalam satu kegiatan bernama melukis. Lukisannya keren. Semacam melihat sesuatu dari sisi lain. Kisah selanjutnya tentang penari yang menderita skizofrenia.Berawal dari merasa tertekan setelah menuntut ilmu tari di Jerman dan putus cinta, sepulangnya dari sana, beliau menderita skizofrenia.  Selalu mendengar bisikan – bisikan yang menjatuhkan. Selalu merasa disalahkan. Dan sampai sekarang, beliau masih menjalani terapi hypnotherapy.

Well, itu semacam prolog saja sebenarnya (sungguh terlalu :p) . Yang menarik ialah fakta bahwa Skizofrenia bisa menyerang siapa saja. Kapan saja dimana saja ..maka waspadalah (gaya bang napi). Sebenarnya hal yang manusiawi,firman-Nya.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan,Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:”Inna lillahi wa innaa ilahi Raaji’un.”(QS.Al-Baqarah[2]:155-156).

Semua orang pasti pernah merasakannya. Yang beda ialah bagaimana penerimaan orang tersebut. Memang Skizofrenia secara ilmiah bisa dijelaskan dan ada orang-orang tertentu yang memiliki “potensi” lebih untuk mengidapnya, tapi faktor pemicu eksternal juga cukup berpengaruh. Nah, faktor eksternal inilah yang selayaknya dapat kita kendalikan.

Dan peran orang-orang terdekat memang penting dalam proses penyembuhan Skizofrenia ini. Maka kalau ada di sekitar kita ada yang mengidap Skizofrenia, jangan dijauhi, dekati dan pahami dia. Skizofrenia sangat bisa sembuh, walaupun taraf sembuhnya mungkin bisa 100%, 80%, 50% dst (kata ahli bintang tamu Kick Andy yang mana saya lupa namanya siapa). Dan Allah dengan kerennya sudah punya solusinya..

…(yaitu) Orang-orang yang beriman, dan mereka meenjadi tenang dengan mengingat Allah.” ( Q.S ar-Ro’du 28)

Konsep menenangkan diri ala hypnotherapy, kalau menurut saya, udah ada lengkap banget saat kita membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an membuat kita tenang, baca lebih lengkapnya disini 

Terakhir, psikologi itu cantik banget, naksir saya sama ilmu yang satu ini. Riil banget. Semoga suatu hari bisa lebih mengenalmu lebih dalam wahai psikologi..

Imagepe

Iklan

2 thoughts on “Skizofrenia

  1. Bagaimana jika ada orang yang menunjukkan ciri2 mengidap skizofrenia, tapi dia tidak mau berobat?
    hanya mengurung diri dirumah, bahkan mengaji dan sholat pun tidak mau, padahal dulu dia sangat rajin beribadah. Dan dia merasa dirinya tidak sakit.
    Adakan cara untuk menyembuhkannya?
    Tolong bantu saya ya pak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s