myself · reminder

Lulus dan iklan anti aging

Hari ini hari pertama masuk kuliah di IPB setelah libur panjang Ramadhan. Hari pertama di semester ganjil dan juga berarti hari pertama saya di semester 9, itu artinyaaaa????, resmilah saya menjadi bagian dari golongan “Mahasiswa Tingkat Akhir Expired” (istilah para alumni Sahabat Scientist). Perasaan saya? tidak bisa diungkapkan hahaha. Awalnya perasaan saya : kok saya menyedihkan sekali ya .

Lalu bertransformasi menjadi : bismillah, Allah tahu yang tepat buat kamu koq fika, nikmati prosesnya, kalau ga, kamu capek, stress lalu kufur nikmat (na’udzubillah). Sebagai orang yang melankolis, jujur kadang cenat-cenut juga kalau dengar kabar orang lain seminar, sidang, dkk tapi insyaallah ini yang terbaik buat saya, aamiin. Ukuran “lulus” bagi tiap orang kan beda-beda. Bagi saya, lulus berarti selesai. Selesai dari seluruh amanah di kampus. Selesai dengan masalah saya di tingkat akhir ini. Dan ukuran “tepat” bagi setiap orang juga berbeda. Tepat bagi saya berarti sesuai dengan kebutuhan. Sesuai dengan kemampuan. Mungkin, kemampuan saya dalam ilmu statistika masih belum mencukupi untuk lulusan S1, maka Allah memberikan waktu lebih lebih untuk saya bisa belajar banyak di kampus. Mungkin, saya masih dibutuhkan di kampus #pdskalii he he, atau seperti di atas, saya masih membutuhkan “diri saya ada di kampus”(sepertinya ini yang lebih tepat).

Tapi ada satu yang mengganjal, orang tua. Orang tua mana yang mengharapkan anaknya lulus lambat?, tentu tidak ada. Orang tua sayapun demikian, mengharapkan si sulung ini lulus tepat waktu dan ikut membantu meringankan beban orang tua saya. Apa (ayah) saya yang sangat legowo akhir-akhir ini, melihat si sulung tak kunjung lulus membuat perasaan bersalah itu kian menjadi-jadi. Tapi mari jadikan itu sebagai motivasi dalam mengerjakan skripsi. Rasa rindu pada adik-adik semoga bisa membantu percepatan skripsi ini. Aamiin.

Perhatikan beberapa penggalan percakapan berikut :

1. latar di sebuah mesjid di bekasi, ba’da tarawih

Ibu-ibu : Dari mana asalnya ?

Saya : Bogor bu, IPB

Ibu-ibu : Oh, kuliah de?ibu kira masih sma,.

Saya : senyum sambil lirik yang di samping (fiya)

2. Latar di pelataran Alhurr, Pelataran GWW, Angkot dll

Junior baru kenal :  Mbak angkatan berapa ? / Kamu angkatan berapa?

Saya : 45 hehe

Junior : oh, saya kira 47  / maaf mba saya kira kita seangkatan.

Saya : senyum sambil lirik junior ( aduh saya imut ya de #dalamhati)

3. Latar di Bus
Mas-mas : suaminya mana mba?

Saya : diam sejenak , “saya belum nikah, masih sekolah mas”

dalam hati, ini pertanyaan modus apa emang sayaterlihatsepertiyangsudahbersuami (baca :emak2) sihh

4. Latar di rumah Ua di Karawang

Menantu barunya Ua : Teteh udah nikah?

Saya :Belum hehe, masih kuliah di IPB (sambil lirik anaknya ua yang lulusan D3 IPB).

*saya makin percaya teori relativitasnya Einstein dan tau alasan iklan kosmetik  anti aging meraja lela karena wanita tidak mau disebut TUA 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s