Tak Berkategori

Sahabat Scientist

Senja merangkak menemani mata saya yang sudah mulai senja. Perlahan mata itu menyusuri mata-mata lain didalam sebuah foto. Warna biru membanjiri mata saya. Saya susuri tatapan itu satu persatu, mancoba mengeja kembali seluruh ingatan di dalam kepala saya. Pada masa yang lalu…..

Awalnya wajah -wajah asing itu memang terasa asing, ada yang malu-malu, ada yang tegas, ada yang selalu senyum. Menorehkan sejumput harapan, saya akan belajar banyak dari mereka. Satu jam, satu hari, satu minggu, tiga bulan pertama kita mencoba mengenali pribadi masing-masing. Dari mulai wajah hingga karakter. Dari mulai bagaimana dia bicara ketika rapat sampai karakter membalas SMS. Ada yang sama, banyak yang berbeda. Proses itu juga yang mengantarkan kita pada episode tangisan, celaan, marah, bahagia, tertawa. Setiap hari notifikasi Facebook muncul dari grup kita, dari yang hanya sekedar posting iseng sampai “pengumuman2” penting. Setiap hari gelak tawa mengisi rumah kedua kita.

Tiga bulan kedua, setiap dari kita mulai fokus pada perhatiannya masing-masing, papan putih di rumah kedua mulai ramai dengan agenda-agenda, datang silih berganti. Intensitas kita bertemu dengan rekan sejawat menjadi lebih sering, kita sudah kenal karakter kak U, de G, mbak J. Mulai terjadi “friksi2” yang tak bisa kita hindari. Namun jargon itu masih menggema di akhir pertemuan besar kita.

Tiga bulan terakhir, wajar jika lama berinteraksi kita mulai jenuh, beberapa dari kita mulai mencari hal yang baru. Ada bercerita tentang bagaimana keluarga itu seharusnya.ya..Keluarga..saling memahami, mendengarkan, menyayangi. Setiap kegiatan mulai ada pada ujungnya, dan pada suatu pagi saya mendapatkan sms (entah nyasar atau sengaja hehe, mengingat sepertinya itu jarkom untuk divisinya) dari seorang adik yang ternyata lumayan melankolis juga..

“terimakasih teman-teman. Kalian bener-bener mengesankan. Saya sedih kalau besok kita udah g bs breng lg sperti biasa,haha. Kalian the best :). Hampura mun aya lepat :D”

Ketika membacanya, saya mulai membayangkan wajah mereka. Ada haru yang menyusup.

Dan akhirnya,  saya sangat bersyukur dapat bertemu begitu banyak karakter yang luar biasa, ada yang lucu (saking lucunya selalu jadi “boneka” buat kita, ada yang rapi sekali administrasi dan keuangannya ,ada yang gigih sambil bekerja tetap menyempatkan diri terjun ke dalam dunia ini, ada yang aktif dan IPnya tetep 4,  ada sekelompok manusia yang selalu menampakan kagalauannya, ada yang aktif di dunia “perdanusan”, ada yang selalu jadi menampakan kemotivatorannya, ada jurnalis dan designer buletin yang ok, ada yang pinter nyanyi..dan banyak karakter lain yang bagi saya itu sulit sekali jika kita cari di dunia luar sana (kalau sengaja2 mau nyari)….dan saya dapat belajar banyak hal belajar mendengar, memasak( dengan menu andalan :singkong ubi rebus susu meses :p), jualan, negosiaisi, tawar-menawar, tertawa yang baik dan benar, beres2 (awal-awal he..), bahagia sekali bisa bertemu dengan mereka yang luar biasa:).

di akhir ingatan saya, saya menemukan bahwa tulisan ini dibuat , beberapa saat sebelum kita mempertanggungjawabkan kerja kita….dengan harapan kerja2 kita dapat diterima dengan baik oleh DPM dan Allah, sang Maha Sebaik-baik  Penilai…:)

Kemudian mata saya mulai meredup, berharap kelak kita akan reuni di tempat yang kekal, di jannahNya…:).Aamiin..

*tokoh saya disini hanya rekaan semata, mohon maaf jika ada kemiripan tokoh

*tokoh “saya” dipilih agar tidak menyinggung siapapun, sebab kalau pake kuring, awak, ambo, ane,aku,I (ai)… khawatir menyinggung SARA 🙂Image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s